Pengembangan Pertanian Berbasis Kawasan Fokus di Lima Kecamatan

img

Sutikno

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Program Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan menjadi salah satu fokus program Pemkab Kukar dibawah kepemimpinan Bupati Edi Damanayah, Wakil Bupati Rendi Solihin.

Sesuai dengan kebijakan itu, pemerintah telah menetapkan lima kawasan Kukar menjadi titik program pembangunan berbasis kawasan, yakni pengembangan padi dan jagung. Lima kawasan itu berada di Kecamatan Sebulu, Muara Kaman,Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu dan Loa Janan serta Kecamatan Marangkayu.

Kepala Distanak Kukar Sutikno mengatakan, Kukar sebagai penyangga pangan utama di Kaltim. Adanya goyangan terhadap pangan di Kukar akan berdampak besar terhadap penyediaan pangan baik untuk Kukar maupun Kaltim.

"Untuk kawasan komoditi padi dengan luasan Marangkayu 1081,35 hektare, Tenggarong Seberang I 2010,75 hektare, Tenggarong Seberang II 2295,35 hektare, Loa Kulu-Tenggarong 1193,15 hektare, Sebulu-Muara Kaman 1519,40 hektare," sebutnya.

Sedangkan komoditi jagung di Kota Bangun 468 hektare, Muara Muntai 123 hektare, Sebulu 678 hektare, Tenggarong 214 hektare, Tenggarong Seberang 406 hektare, Samboja 468 hektare, Muara Badak 216 hektare, Marangkayu 316 hektare.

"Kami menetapkan capaian luas panen, produktivitas dan produksi padi sawah dan jagung pada 2022-2026, untuk masing masing kawasan. Target pada 2022 ini di Kecamatan Marang Kayu untuk pertumbuban 25 hektare, peningkatan 7,50 persen, dan produksi sekitar 10 ton," ungkapnya.

Kata dia, target pada 2026 ialah pertumbuhan 25 hektare, provitas 63,18 kwh/hektare, peningkatan 5 persen, produksi 14,904 16 ton. Untuk mencapai target tersebut, Distanak Kukar harus melakukan strategi yakni menyiapkan benih unggul melalui penangkar benih mandiri di masing masing kawasan.

Kemudian, kapurasi semua lahan sawah dan jagung, baik yang termasuk dalam kawasan maupun non kawasan sesuai dosis anjuran berdasarkan hasil analisis tanah. Pemupukan spesifik lokasi, dan pemberian pupuk organik/pupuk hayati, untuk meningkatkan populasi dan jenis mikroorganisme tanah.

Selain itu, mengupayakan sarana irigasi, pengadaan alsintan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, membangun atau meningkatkan kualitas jalan usaha tani, mengoptimalkan peran BPP, gapoktan, poktan, peran penyuluh.

"Meningkatkan wawasan pengetahuan, kompetensi dan profesionalisme PPL dan PPHP yang sudah ada, memberikan reward kepada PPL yang berprestasi, bekerjasama dengan perguruan tinggi melalui program praktek kerja lapang," jelasnya.

"Diperlukan keterlibatan perusahaan melalui CSR, dalam upaya peningkatan produksi padi dan jagung, membentuk tim monitor dan evaluasi terhadap perkembangan dan permasalahan yang ditemukan di lapangan," imbuhnya

Sementara itu secara terpisah Camat Sebulu Edy Fachruddin menuturkan, Kecamatan Sebulu termasuk kawasan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, sebagai pertanian berbasis kawasan. Salah satunya berada di Desa Manunggal daya, dengan luasan lahan sekitar 600 hektare padi sawah.

"Disana ada sekitar 26 kelompok tani (poktan). Kami bersyukur wilayah kami termasuk pertanian berbasis kawasan," ujar Edy Fachruddin.

Edy berujar, dalam mendukung sektor pertanian di Kecamatan Sebulu, pihaknya melalui KTNA Kecamatan terus bersinergi dengan pemerintah desa, maupun OPD terkait yakni Distanak Kukar.(*riz/adv)